Whisper

Minggu, 27 Agustus 2017

"Full Day School"



Banyak orang berpendapat tentang full day school itu sama saja dengan memenjarakan murid-murid, karena metode full day scholl di dindonesia sekarang ini sangat mengekang jiwa kebebasan anak muda.







Kenpa orang-orang berpendapat seperti itu? Sebab full day school menuntut murid-murid untuk belajar dan belajar. Selain itu anak muda sekarang terlihat bahwa sikap individualismenya menonjol, dikarenakan kurangnya waktu untuk berbaur dengan lingkungan sekitar, apalagi keluarganya.



Saya berkata seperti ini karena saya mengalaminya sendiri. coba anda bayangkan! semua murid berangkat sekolah pukul 06:30 dan pulang sekolah jam 15:30 sampai rumah jam 16:00 setelah itu istirahat sampai jam 18:00 setelah itu bergegas untuk berangakat bimbingan belajar(LES) jam 18:30 pulang dari LES jam 20:00. dan pukul 20:30 waktunya untuk tidur



Walaupun hari sabtu dan minggu itu hari libur, tapi menurut murid-murid itu adalah sebuah kebohongan. karena diwaktu-waktu seperti itu kita sebagai murid-murid harus menyelesaikan tugas sekolah yang diberi bpk/ibu guru.



Sehingga dihari libur kita sama saja dengan sekolah. Dan seolah-olah bangsa ini belum merdeka, karena murid-murid bangsa Indonesia masih belum bisa merasakan kebebasan dalam dirinya.



"Waktu untuk Keluarga mana coba?"



"Waktu untuk bersosialisasi ?"



"Waktu untuk bermain dengan sahabat?"



Kami perlu yang namanya Refreshing, Jooking, Explore, Adventure and Sosialisme



Because we are HUMAN not ROBOT



Apakah murid-murid indonesia akan dijadikan manusia robot yang digunakan untuk menunjang kepentingan pribadi TIKUS-TIKUS ?

Share This

Tidak ada komentar:

Posting Komentar